DAFTAR ISI
PERNYATAAN...........................................................................................................i
KATA PENGANTAR.................................................................................................ii
DAFTAR
ISI................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................1
1.1 LATAR BELAKANG...............................................................................1
1.2 TUJUAN.....................................................................................................1
1.3 SASARAN..................................................................................................1
BAB II PERMASALAHAN........................................................................................2
2.1 KEKUATAN (STRENGTH).....................................................................2
2.2 KELEMAHAN (WEAKNESS).................................................................2
2.3 PELUANG (OPPORTUNITY).................................................................3
2.4 TANTANGAN/HAMBATAN (THREATS)............................................3
BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI....................................................4
3.1 KESIMPULAN...........................................................................................4
3.2 REKOMENDASI........................................................................................4
3.3 REFERENSI...............................................................................................5
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Akhir-akhir ini geliat visual di dunia internet Indonesia
tengah berada pada tingkatan yang masif. Puluhan hingga ratusan citraan foto
berserakan setiap hari di media sosial kita. Citraan-citraan tersebut biasanya
disertai dengan teks-teks dengan gaya kritik menggelitik. Isu yang
disampaikan pun merupakan representasi
dari kejadian-kejadian populer yang sedang ramai menjadi perbincangan
masyarakat, meskipun tidak jarang juga mengangkat isu keseharian seperti
tentang percintaan, pengalaman hidup, pendidikan, sampai agama. Ya,
citraan-citraan tersebut disebut dengan meme (baca: mim) atau internet meme.
Dengan logika yang lebih sederhana, dapat kita pahami bahwa penyebaran atau
pengembangbiakan meme dilakukan dengan cara replikasi dari meme-meme yang sudah
ada. Artinya, meme terus menerus melakukan replikasi melalui suatu kebiasaan
atau gagasan tertentu sehingga menjadi pola yang berulang-ulang dan pada
akhirnya membentuk sebuah pola kebudayaan dalam skala besar. Akan tetapi, sifat
dari meme ini tidak hanya mereplikasi, meme juga mengalami proses evolusi atau
perubahan dari waktu ke waktu, dan bersamaan dengan itu meme juga berusaha
untuk bertahan dari pengaruh meme-meme yang baru (survive).
1.2.
Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini agar masyarakat indonesia
mengetahui bagaimana cara mengkritik menggunakan sosial media atau bisa juga
lewat meme dengan benar dan menggunakan bahasa yang lebih sopan agar tidak
terkena undang-undang dasar hukum indonesia.
1.3.
Sasaran
Untuk seluruh masyarakat indonesia dalam menggunakan sosial media untuk
mengkritik seseorang,masyarakat indonesia harus lebih pintar dalam menggunakan
teknologi masa modern ini agar kita semua tidak terkena fitnah yang bisa
menghancurkan bangsa indonesia itu sendiri.
BAB II PERMASALAHAN
Analisis
permasalahan Meme,
Sebagai Fenomena di Sosial Media memperhatikan dan
mempertimbangkan kondisi lingkungan
internal maupun eksternal dilihat dari aspek :
2.1.
Kekuatan (Strength)
a. Dapat mengenal sosial media itu apa
Masyarakat
akan mengetahui sosial media untuk alat komunikasi lewat dunia maya dan dengan
menggunakan sosial media dengan cepat dan mudah
b.
Jadi lebih kreatif
Seorang
pembuat meme pasti mempunyai kreatifitas yang bagus jika dilatih dengan membuat
meme kreatifitasnya akan semakin meningkat.
c.
Dapat wawasan yang
luas
Meme
menjadi fenomena sosial media,dengan adanya meme ini akan mendapatkan wawasan
yang luas atau banyak mempunyai informasi yang up to date.
d.
Bebas memberikan
kritikkan
Pembuat
meme bebas mengeluarkan kritikkannya namun harus sesuai undang-undang dasar ITE
dengan begitu tidak akan menjadi masalah fenomena meme di sosial media.
2.2.
Kelemahan (Weakness)
a. Menganggap
Segala Sesuatu Dapat Dibuat Candaan
Hal ini menjadi
salah satu yang berbahaya dari adanya meme. Karena topik yang dibahas dalam
meme comic adalah yang paling up to date.
b. Membuat
Ketagihan dan Lupa Waktu Para Pembaca
Hal ini adalah
sebuah fakta yang dialami oleh salah satu saudara penulis. Ia membuka Meme
Comic Indonesia dan situs 1cak hingga lupa waktu, seakan hidupnya hanya untuk
kedua situs tersebut.
c. Mudah
Men-Cap Buruk Sesuatu
Di point yang
ketiga ini, penulis yakin semua akan setuju, karena banyak dari creator meme
yang bertujuan menyudutkan salah satu pihak ketika membuat kesalahan.
d. Membuat kritikkan yang tidak bermakna karena berlebihan
Dalam
hal membuat meme ini akan menjadi ketagihan dan isi dari atau makna dari
pembuatan meme ini tidak bermakna dan akan menimbulkan bertambahnya
masalah baru.
2.3.
Peluang (Opportunity)
a. Kurangnya ilmu pengetahuan
Pengguna
tidak mengetahui dalam membuat meme harus mempunyai etika,dijaman sekarang ini
membuat sindiran sudah menjadi bahan pokok dari sebuah pembuatan meme itulah
terjadi jika pembuat meme tidak mengetahui etika.
b. Tidak punya etika dalam sosial media
Didalam
sosial media juga mempunyai etika dan mengetahui fungsi dari sosial media itu
sendiri agar pengguna sosial tidak asal menggunakan saja karena untuk
kesenangan sendiri.
c. Akses
internet yang tidak terbatas.
Di zaman sekarang
ini internet bukanlah hal yang langka lagi, karena semua orang telah
memanfaatkan fasilitas internet. Dengan menggunakan internet kita diberikan
kenyamanan kemudahan dalam mengakses segala sesuatu tanpa ada batasannya.
d. Kurangnya
perhatian masyarakat.
Masyarakat dan
penegak hukum saat ini masih memberi perhatian yang sangat besar terhadap
kejahatan konvensional. Dan masyarakat seharusnya memberi contoh yang baik untuk
kaum anak muda dalam menggunakan sosial media.
2.4.
Tantangan/Hambatan
(Threats)
a. Akan dipenjara
Dijaman
sekarang anak muda sudah tidak bisa lagi bebas dalam membuat meme karena jika
meme tersebut terdapat sindiran maka akan dipenjara sesuai undang-undang
informatika.
b. Tidak mempunyai bahan untuk membuat meme
Sebelum
membuat meme kita harus memiliki bahan yang akan dibuat meme karena akan susah
jika kita belum menemukan bahan yang akan dibuat dan kreatifitas pun akan susah.
c. Tidak bisa sembarangan membuat meme
Membuat
meme harus bebas dalam kekreatifannya apabila terbatas maka akan kesulitan
dalam pembuatan meme. Jaman sekarang sudah tidak bisa bebas lagi dalam
pembuatan meme karena sudah masuk dalam undang undang informatika.
d. Harus pintar mengedit
Membuta
meme harus pintar mengedit gambar agar meme yang kita buat menjadi populer di
sosial media,lumayan walaupun cuma terkenal di sosial media.
BAB III KESIMPULAN
DAN REKOMENDASI
1.
Kesimpulan
Sebagai
masyarakat yang hidup di era globalisasi, sudah selayaknya manusia selalu
mengasah kepekaan terhadap kehidupan sosial di sekitarnya. Hal ini bertujuan untuk
menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama. Internet meme merupakan media
alternatif yang dapat digunakan untuk mengasah kepekaan terhadap sekitar.
Banyak internet meme yang mengandung pesan moral yang kadang diabaikan
masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih selektif dan teliti
dalam memanfaatkan media sosial.
Orang
Indonesia lebih suka menyampaikan kritik melalui meme dikarenakan cara ini
adalah cara yang fun atau cara yang menarik. Namun dampak yang ditimbulkan
cukup besar, Meme yang sering dicari orang Indonesia adalah meme-meme kategori
lucu atau fun karena lebih menghibur.
2. Rekomendasi
a.
Meme menjadi fenomena
sosial media,dengan adanya meme ini akan mendapatkan wawasan yang luas atau
banyak mempunyai informasi yang up to date dan juga memperluas
jaringan pertemanan. Mereka bisa memperluas pertemanan seluas luasnya karena
tidak dibatasi oleh luas wilayah, anak-anak dan remaja bisa menjadi lebih mudah
menjalin pertemaanan dengan orang lain di seluruh dunia, meskipun sebelumnya
belum pernah bertemu secara langsung.
b.
Hal ini adalah sebuah
fakta yang dialami oleh salah satu saudara penulis. Ia membuka Meme Comic
Indonesia dan situs 1cak hingga lupa waktu, seakan hidupnya hanya untuk kedua
situs tersebut. Selain itu psikologis nya akan terganggu karena terus-terusan
melihat humor dan membuatnya sulit untuk berkonsentrasi dan serius terhadap
sesuatu. Situs tersebut bagaikan memberikan zat adiktif bagi para pembacanya
untuk terus mengikuti update meme terbaru dari situs tersebut dan tentunya
cukup berpengaruh pada kondisi psikologis seseorang.
c.
Masyarakat dan penegak
hukum saat ini masih memberi perhatian yang sangat besar terhadap kejahatan
konvensional. Pada kenyataannya para pelaku kejahatan komputer masih terus
melakukan aksi kejahatannya. Hal ini disebabkan karena rendahnya faktor
pengetahuan tentang penggunaan internet yang lebih dalam pada masyarakat.
d.
Untuk itu ada baiknya
jika hendak membuat meme harus benar-benar mewaspadai dan mengetahu beda antara
mengkritik dan menghina karena keduanya memiliki perbedaan yang sangat tipis.
Untuk itu tidak ada salahnya untuk lebih berhati-hati lagi agar tidak berujung
pada penjara.
Referensi Tulisan :
1.Rohim, H. Saiful. 2009. Teori Komunikasi:
Perspektif, Ragam, dan Aplikasi.
Jakarta: Rineka Cipta.
2.Cangara. H. Hafied. 2012. Pengantar Ilmu Komunikasi.
Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Jakarta: Rineka Cipta.
